Cp : 0812 835 6640 - 0812 9475 6023 WhatsApp 0812 835 6640

Informasi Jasa dan Sewa READYMIX , POMPA BETON, VIBRATOR, TROWEL, MOBIL MIXER, EPOXY, WATERPROOFING, POLISHER LANTAI, CUTTER BETON, GELAR BETON, MESIN MOLEN Terpercaya, Termurah dan Berkualitas di sini tempat nya,,!!


kerja sama :
CV. Dafa Aliet Mix

Cara Menghitung Hasil Uji Kuat Beton

Selamat datang di situs kami Inforeadymix.com, kali ini kami akan mengulas bagaimana cara menegetahui kuat tekan pada beton.

 Cara Menghitung Hasil Uji Kuat Beton

Cara untuk mengetahui Kuat TekanBeton (Mutu Beton) adalah dengan membuat Benda Uji Beton dan melakukan Uji Tekan terhadapnya. sehingga Benda Uji Beton tersebut Pecah/Hancur. Benda Uji ini sebaiknya tidak dibuat hanya 1, tapi harus dibuat beberapa buah (secara random) untuk mendapatkan Nilai Rata-rata Kuat Tekan Beton.

Karena Benda Uji dibuat beberapa buah, tentu saja Hasil Uji Tekan masing-masing Benda Uji tersebut berbeda-beda (sedikit atau banyak). Dan Faktor Perbedaan (Penyimpangan atau Deviasi) ini harus diperhatikan dalam menghitung besarnya Nilai Kuat Tekan Beton, karena Semakin Besar Penyimpangan (Deviasi = Sd), maka akan Semakin Kecil Nilai Kuat Tekan Beton (X) yang kita dapat.

Prosedur Pengujian Beton

Ambil benda uji yang akan ditentukan kekutan tekanan dari bak perendam, kemudian bersihkan dari kotoran yang menempel dengan kain pelembab. benda uji dapat menggunakan bentuk kubus ukuran 15cm x 15 cm atau silinder diamter 15 cm dengan tinggi 30 cm.

Tentukan berat dan ukuran benda uji.

Letakkan benda uji pada mesin secara sentries. sesuai dengan tempat yang tepat pada mesin tes kuat tekan beton.

Jalankan benda uji atau mesin tekan dengan penambahan beban konstan berdasar 2 sampai 4 kg/cm2 per detik.

Lakukan pembebanan sampai benda uji menjadi hancur dan catatlah beban maksimum yang terjadi selama pemeriksaan benda uji.

Pengujian kuat tekan beton ini dilakukan pada saat beton berumur 3,7,14 dan 28 hari lalu diambil rata-rata.

Untuk menghitung kekuatan beton pada umur hari kesekian dapat membaca artikel yang khusus membahas tentang tabel konversi beton umur 3 sampai dengan 28 hari.

Beton yang sering digunakan untuk pekerjaan bangunan antara lain K-225, K-250, K-300, K-350, K-400, K-450, K-500 dan berbagai ukuran kuat tekan lain menyesuiakan dengan kebutuhan kekuatan struktur.

Contoh Perhitungan

Kekuatan tekan beton = P/A ( Kg/Cm2 )

P = Beban maksimum (kg)
A = Luas penampang benda uji (cm2)

Misalnya : Kita membuat Benda Uji 5 buah (bentuk Silinder, diameter 15cm, jadi Luas Penampangnya = Luas Penampang Lingkaran dengan diameter 15cm = 176,79 cm2), lalu setelah berumur 28 hari dilakukan 


Uji Tekan terhadap semua sampel tersebut. Nilai kuat tekan beton akan berbeda berdasarkan umurnya, mengenai hal ini bisa dilihat pada table dibawah ini :


 Cara Menghitung Hasil Uji Kuat Beton


dengan melakukan tes kuat tekan beton dengan benar dan teliti maka kemungkinan terjadinya kegagalan struktur bangunan dapat dihindari karena beton yang dipakai dalam pelaksanaan sama dengan atau lebih dari kualitas beton rencana.
Demikian cara menghitung Nilai Standar Deviasi Benda Uji Tekan Beton berbentuk Silinder (ini berlaku juga untuk Jumlah Benda Uji yang lebih banyak), dan cara menghitung Nilai Kuat Tekan Beton "yang berlaku" dari sebuah Benda Uji tersebut. Semoga Bermanfaat.
Tag : headline
0 Komentar untuk "Cara Menghitung Hasil Uji Kuat Beton "

Back To Top